Baca Berita

Sanglah Family Hospital Boot Bois, menutup rangkaian perjalanan panjang Bali Skinhead Jambore setelah 13 tahun

Oleh : webmaster | 11 Juni 2019 | Dibaca : 427 Pengunjung

Hospital, Rumah Sakit, adalah tempat dimana berbagai macam penyakit terobati dan menjadikan sebagian orang merasakan sehat kembali seperti sedia kala.

Sanglah, adalah Rumah Sakit Umum terbesar pertama di Denpasar Bali, yang menyediakan berbagai fasilitas yang menunjang kesehatan khalayak umum. Demikian dengan Sanglah Family Hospital Boot Bois, tempat berkumpulnya kawan-kawan dari berbagai daerah dari luar Bali yang merantau ke Denpasar dan dengan kawan-kawan asli Denpasar berkumpul bersama sejak tahun 2008, berbagi berbagai kisah, melepas penat, suka dan duka bersama.

Lalu apa hubungannya dengan Rumah Sakit Sanglah?

Persamaannya ada pada tempat “mengobati” berbagai macam sakit menjadi sehat, pun dengan berkumpulnya Sanglah Family Hospital Boot Bois ini menjadikan suka cita dan berkumpulnya keluarga baru bagi para perantau ini.

Memilih nama Sanglah Family Hospital Boot Bois, karena berkumpulnya berada tepat di depan Rumah Sakit Sanglah Denpasar. Family, adalah keluarga, terlebih bagi kawan-kawan yang merantau, mendapat keluarga baru di Bali, Boot Bois, yang  karena secara kebetulan mereka yang kumpul ini sering menggunakan boot sebagai atributnya, tidak hanya Skinhead saja, Punk dan Herbert pun ada. “Hasil” dari setiap kali berkumpul adalah mengobati duka menjadi ria, begitulah yang dikisahkan para “penduduk” Sanglah Family Hospital Boot Bois ini.

Tersebutlah kawan-kawan dari Lombok, Malang, Blitar, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Klaten, Bandung, Bogor, Jakarta, hingga Batam, Kalimantan, Papua, dan Negara tetangga Singapura, dan Inggris pernah bertandang sekedar kumpul kala berkunjung ke Bali hingga yang merantau dan menjadikan Denpasar sebagai kota kedua selain hometown mereka.

Hingga pada suatu masa, dimana para “penduduk” nya terpaksa harus pulang kembali ke kampung halaman dan disibukkan oleh aktifitas sehari-hari dan lain hal, begitu pula dengan yang asli Denpasar, bukan hengkang dan tak ingin terus menjaga “rumah” nya, memang ada masa dimana semua butuh tombol restart dan hening sejenak.

 

Mengenang sejarah awal adanya Bali Skinhead Jambore, dari kumpul-kumpulnya kawan-kawan asal Denpasar ini, bertempat di Rumah Media milik Centong dan di rumah Teplo, kemudian di rumah Nesa, maka tercetuslah ide untuk mengadakan Skinhead Jambore, disepakati bersama kala itu sekitar tahun 2006, dan dengan berbagi ide dan usulan bersama Uthay yang berada di Jakarta.

Seringnya berkumpul dan berganti-ganti tempat, kawan-kawan sepakat dan atas persetujuan Edi selaku pemilik dari SOCIETY internet yang terletak di Monang Maning sebagai “markas” Skinhead Denpasar, cikal bakal Sanglah Family Hospital Boot Bois. Segera dibentuklah team sukses Skinhead Jambore #1 dengan Centong sebagai ketua panitianya. Dilanjutkan dengan Skinhead Jambore #2 pada tahun 2007, Aget selaku Owner dari Rottenroots dan Bali Barong Scablon sebagai ketua panitianya, Berselang setahun kemudian, Skinhead Jambore #3 tahun 2008, dengan Edi dari Indonesian Records sebagai ketua panitianya, menjadikan Warnet SKINET yang berada di Jl. Imam Bonjol kala itu milik Centong sebagai markas kegiatannya. Disusul kemudian Skinhead Jambore #4 2009, alm. Jhony yang kala itu aktif sebagai drummer The Resistance dan bassist Lentera Merah sebagai ketua panitia, menetapkan Sanglah Family Hospital Boot Bois sebagai markasnya.

Sebagai tradisi turun temurun setiap tahunnya, pada tahun berikutnya diharapkan dilanjutkan oleh Hendry yang bisa dikatakan sebagai adik bungsu keluarga Skinhead Denpasar, Skinhead Jambore #5 yang sedianya akan dilangsungkan, pada akhirnya batal dikarenakan berbagai hal.

Pada saat vacuum hingga belum lama ini, berkumpulah kawan-kawan dari Bali Skinhead Crew menyajikan kemasan lain dan menunjukkan pada khalayak bahwa Skinhead di Bali masih ada dan akan terus ada.

Kini, setelah sekian lama, kembali berkumpul lagi dengan rasa, semangat, karya, cita-cita, dan kisah yang baru, dengan bangga mempersembahkan Bali Skinhead Jambore #5, meneruskan kemeriahan para pendahulu, “kami sangat berusaha dengan apa yang kami punya, terlebih semangat, dan ingin berikan yang terbaik bagi semuanya, bagaimana mari kita sambungkan dan eratkan lagi tali silaturahmi yang cukup merenggang selama ini, saling dukung dan bagaimana niatan baik yang disambut hangat oleh kawan-kawan semuanya, baik pengisi acara maupun para pendukung, dan semua yang terlibat”, papar Hendry, “kami hadirkan kemasan baru, suasana baru, semangat baru, dan karya-karya baru”, imbuhnya.

Menutup rangkaian panjang perjalanan Skinhead Jambore #1 hingga #5 ini, 13 tahun sudah, dengan ini menyatakan bahwa BALI SKINHEAD JAMBORE #5 sebagai penutup. Selanjutnya SKINHEAD JAMBORE akan diteruskan oleh seluruh SKINHEAD INDONESIA, segera dibulan September 2019 akan diprakarsai oleh Skinhead Jogjakarta dan akan terus berlanjut setiap dua tahunan bergiliran ke kota-kota di Indonesia. Bali akan dengan bangga bila menjadi tuan rumah dengan Bali Skinhead Crew sebagai penerusnya.

Mari kita meriahkan dan sukseskan BALI SKINHEAD JAMBORE #5 ini, SAMBUNG RASA SAMBANG SAUDARA sebagai titik akhir, dan kita lanjutkan dengan SKINHEAD JAMBORE INDONESIA dimasa mendatang.

Semoga dengan hadirnya kembali Sanglah Family Hospital Boot Bois semakin melancarkan kembali komunikasi antar komunitas khususnya Skinhead di Indonesia. Sebagai “rumah” kedua kawan-kawan yang berkunjung ke Bali, media komunikasi, pemersatu, maupun penyelenggara berbagai acara untuk komunitas ini sendiri dan terbuka bagi semua pada umumnya.

Tetap semangat dan terus berkarya………. Oi!


Oleh : webmaster | 11 Juni 2019 | Dibaca : 427 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Foto
No Album.

Statistik Pengunjung


328455

Pengunjung hari ini : 4
Total pengunjung : 63262

Hits hari ini : 11
Total Hits : 328455

Pengunjung Online: 1


Copyright 2006 - 2015 © Skinhead Indonesia - Email : skinheadjambore@gmail.com

Follow us on